This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 17 Oktober 2012

SISTEM : PELAYANAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS )

SISTEM KERJA PUSKESMAS

SISTEM, SUB SISTEM DAN SUPRASISTEM SERTA ANALISA  SISTEM DARI SISTEM PELAYANAN PUSAT KESEHATAN  MASYARAKAT (PUSKESMAS)

Sistem adalah satu kesatuan usaha yang terdiri dari berbagai elemen / bagian-bagian
yang berkaitan secara teratur dan berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu
lingkungan. Dari definisi ini, akan dicoba diuraikan sistem dan analisis sistem.
Sebagai contoh diambil Sistem Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat
( Puskesmas ).


SISTEM : PELAYANAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS )


SUPRASISTEM :
- DINAS KESEHATAN
- RUMAH SAKIT
- KLINIK SWASTA
- PENGOBATAN TRADISIONAL/KELUARGA
- DAN LINTAS SEKTOR KECAMATAN


SUB SISTEM PUSKESMAS
Dengan Bagian Bagian ( sub sistem ):
1. Perbaikan Gizi Masyarakat ( Gizi ),
2. Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA )
3. Kesehatan lingkungan, ( Kesling )
4. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M),
5. Promosi Kesehatan ( promkes ),
6. Pengobatan,
7. Spesifik lokal,

Pada masing-masing bagian (sub sistem) merupakan sistem dengan sub sistem yang
memiliki segmen yang tidak dapat dibenahi lagi menjadi sistem dan sub sistem.
Dari bagian-bagian ini ( sub sistem ) kemudian diuraikan komponen-komponen
sistemnya yaitu dimulai dari :

1. Model sistemnya Input, Proses dan Output
2. Elemen sistemnya yaitu komponen yang merupakan bagian daripada sistem
3. Lingkungan yaitu komponen yang bukan merupakan bagian dari sistem
4. Struktur intern yaitu hubungan-hubungan antara elemen di dalam sistem
5. Struktur ekstern hubungan antara elemen sistem dan lingkungan
Masing-masing komponen sistem ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

A. Model sistem Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas Komponen Input :

- Man yaitu Petugas ( medis/paramedis dan non medis/paramedis )
- Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan
- Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya
- Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat
- Markets yaitu Masyarakat dan penderita di wilayah Puskesmas
- Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan


Komponen Proses

- Proses kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis
- Proses penggunaan Bahan dan obat serta penyediaan lainnya
- Proses penggunaan prosedur kerja/layanan kesehatan masyarakat
- Proses pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat
- Proses penggunaan perlengkapan dan peralatan kesehatan
- Proses pendapatan dan pengeluaran penganggaran


Komponen Output

- Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS ( Preventif, Promosi, Kuratif, Rehabilitatif)



















 





B. Elemen Sistem, Linkungan, Struktur Intern dan Ekstern

Sebagai gambaran dari elemen sistem, lingkungan, struktur intern dan ekstern,
pada gambar 1, disajikan sistem-sub sistem pelayanan Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas), dimana setiap sub sistem ( komponen-komponen
dalam input ) saling mempengaruhi/berkaitan, dan dari subsistem tersebut akan
bekerja/berusaha (komponen proses) mencapai suatu tujuan/menghasilkan apa
yang disebutkan pada komponen output pada suatu lingkungan ( suprasistem ).



ANALISIS SISTEM
DARI PUSAT PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT
(PUSKESMAS)

A.    PEDOMAN ANALISA

Dari uraian model, elemen, lingkungan, struktur intern dan ekstern dari sistem
Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat diatas. Selanjutnya diuraikan pedoman
analisanya, disini akan digunakan analisa Output, Proses dan Input. dijabarkan
sebagai berikut :

Komponen Output

- Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS ( Preventif, Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) yang optimal.

•    Komponen Ouput ini diuraikan kegiatan bagian-bagian dan interaksinya
    dari pencapaian mutu pelayanan kesehatan masyarakat yang telah
    dilaksanakan oleh Puskesmas baik preventif, promosi, kuratif maupun
    rehabilitatif yang dinyatakan dalam satuan jumlah persatuan waktu atau
    cakupan/hasil kegiatan, kunjungan frekwensi kontak dan lain-lain.
•    Optimal disini menunjukkan pelayanan bagian-bagian yang berkisar
    antara 80-100% ( sebagai contoh ) dari semua komponen proses
    pelayanan kesehatan masyarakat yang dilakukan oleh Puskesmas
    (cakupan dan target ). Dibawah 80 % kualitas pelayanan bagian-bagian
    pelayanan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dikatakan tidak atau
    kurang optimal


Komponen Proses
- Proses kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis yang baik
- Proses penggunaan Bahan dan obat serta penyediaan lainnya yang tepat
- Proses penggunaan prosedur kerja/layanan kesehatan masyarakat yang sesuai
- Proses pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat tepat
- Proses penggunaan perlengkapan dan peralatan kesehatan yang baik
- Proses penggunaan biaya yang terpenuhi


•    Komponen proses ini diuraikan proses pelayanan bagian-bagian
    pencapaian mutu pelayanan Puskesmast yang dilaksanakan sesuai
    dengan rencana yang dibuat
•    Disini diurai segala kegiatan bagian yang terkait dengan berfungsinya
    atau tidaknya ( bagaimana kejadian dan bagaimana seharusnya) fungsi
    manajemen antara lain, perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasin,
    koordinasi, monitoring evaluasi, penggunaan peralatan/bahan,
    bimbingan tehnis dan lain-lain.
•    Baik, tepat, sesuai, terpenuhi disini menunjukkan kegiatan yang
    seharusnya dilaksanakan, Sedangkan kurang baik, tidak tepat, tidak
    terpenuhi menunjukkan keadaan sebenarnya atau tidak berfunginya
    manajemen dari proses tersebut diatas.


Komponen Input :

Komponen Input ini diuraikan sumber daya yang dimiliki oleh Puskesmas
(apakah ada, kelebihan atau kekurangan) meliputi :
- Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan non medis/paramedis ) yang  
  lengkap
- Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan yang tersedia
- Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya yang tersedia
- Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat yang tersedia
- Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita yang terdata
- Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan yang tersedia


B.    PENILAIAN MASALAH

Setelah disusun pedoman analisanya, selanjutnya dibuat penilaian terhadap
masalah yang kemungkinan timbul pada pusat pelayanan kesehatan masyarakat
(Puskesmas). Disini dapat dibuat dengan model kualitatif sebagai contoh.
Pertama dimulai dari uraian masalah pada komponen output (tetap berpedoman
pada pedoman analisa diatas). Contoh masalah sebagai berikut :




Masalah Output :
Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS ( Preventif, ,
Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) KURANG OPTIMAL

Penyebabnya dapat dilihat dari komponen PROSES dari pedoman analisa
sistemnya. Disini bisa satu atau lebih proses yang merupakan penyebab masalah,
sementara konponen proses yang lainnya bukan merupakan penyebab masalah
(Normalnya/seharusnya adalah semua komponen proses berjalan dengan baik),
tetapi komponen proses yang telah baik, bisa menjadi masalah bila komponen
yang bermasalah tidak segera diatasi ( lihat gambar 2 )
Penyebab masalah juga bisa langsung pada komponen Input ( Boundary system)
dimana komponen prosesnya tidak dipersoalkan apabila inputnya telah tersedia.
Atau bisa juga disebabkan karena adanya relasi-relasi dengan lingkungan
( sistem terbuka ) atau justru sebaliknya ( sistem tertutup ).
Sebagai contoh penyebab masalah dari dua proses yang akan mempengaruhi
bagian dalam proses lain dan akan berpengaruh dalam pencapaian output diatas
dapat diuraikan sebagai berikut:


Penyebab masalahnya ( Masalah Proses ) adalah

1. kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis yang kurang
    profesional misalnya datang terlambat, cepat pulang, tidak menempati janji
    dengan masyarakat, dll

2. pelayanan penderita pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat
    tidak tepat misalnya keluarga ( masyarakat ) membutuhkan pengetahuan           
    tentang cara membangun / menggunakan WC yang benar dan sehat,
    puskesmas memberikan closet, karena ketidak tahuan cara membangun
    dan menggunakan WC, closet hanya disimpan dibawah pohon.

Sementara proses yang lainnya berjalan sebagaimana mestinya ( bukan penyebab masalah ) yaitu :

3. Proses penggunaan Bahan dan obat serta penyediaan lainnya yang tepat
4. Proses penggunaan prosedur kerja/layanan kesehatan masyarakat yang sesuai
5. Proses penggunaan perlengkapan dan peralatan kesehatan yang baik
6. Proses penggunaan biaya yang terpenuhi

Namun perlu diingat proses yang telah baik ini akan menjadi masalah apabila dua
proses masalah diatas tidak segera diatasi. Demikian juga dengan masalah yang
ditemukan pada input sebagaimana yang akan dijelaskan dibawah ini.
Setelah penyebab masalah dari proses telah ditemukan, selanjut perlu diketahui
lebih lanjut lagi penyebab dari tidak berfungsinya proses tersebut. Dari contoh
diatas sebagaimana pada proses penyebabnya, pada input bisa juga satu atau lebih
merupakan penyebab masalah proses tersebut.
Sebagai contoh dapat diuraikan sebagai berikut:

Penyebab masalah ( Masalah Input ) adalah:

1. kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis yang kurang
    profesional misalnya datang terlambat, cepat pulang, tidak menempati janji
    dengan masyarakat, dll. Penyebabnya adalah:

1. Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan non
    medis/paramedis ) yang berlebihan
2. Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan yang kurang tersedia.
    Sementara input yang lainnya berjalan sebagaimana mestinya ( bukan
    penyebab masalah proses) yaitu :
3. Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya yang tersedia
4. Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat yang tersedia
5. Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita yang terdata
6. Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan yang tersedia

2. pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat
    tidak tepat misalnya keluarga ( masyarakat ) membutuhkan pengetahuan
    tentang cara membangun / menggunakan WC yang benar dan sehat,
    puskesmas memberikan closet, karena ketidak tahuan cara membangun
    dan menggunakan WC, closet hanya disimpan dibawah pohon.
    Penyebabnya adalah

1. Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat yang kurang tersedia
2. Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita tidak terdata
3. Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan kurang tersedia

Sementara input yang lainnya berjalan sebagaimana mestinya ( bukan penyebab
masalah proses) yaitu :

4. Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan non medis/paramedis ) yang      
    lengkap
5. Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan kurang tersedia
6. Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya yang tersedia


Gambar 2. Masalah, penyebab masalah dan hubungan dengan komponen komponen lainnya dalam sistem pelayanan Puskesmas.







C. PENENTUAN TUJUAN
Setelah penentuan penilaian masalah telah selesai, selanjutnya dilakukan
penetapan tujuan yaitu dengan mengubah pernyataan negatif dari masalah (baik
itu pada Output, Proses, maupun Input) menjadi pernyataan positif ( Tujuan )

Tujuan Output :
Meningkatkan Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS
(Preventif, , Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) dari KURANG OPTIMAL
menjadi OPTIMAl

Tujuan Proses I :
Meningkatkan kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis
yang kurang profesional menjadi profesional misalnya datang terlambat
menjadi datang tepat waktu, cepat pulang menjadi pulang tepat waktu, tidak
menempati janji dengan masyarakat menjadi menempati janji, dll

a. Tujuan Input 1.1 : Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan
non medis/paramedis ) yang berlebihan dimutasi pada program yang
kekurangan tenaga

b. Tujuan Input 1.2 : Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan
kesehatan yang kurang tersedia dengan mencari dan mendapat sumber
pembiayaan lain misalnya swadaya masyarakat.

Konsekwensi dari dari tujuan proses dan input ini adalah penyedian sarana dan
prasarana termasuk penggunaan biaya operasional pada petugas yang yang
ditempatkan pada posisi baru. Namun konsekwensi ini tidaklah lebih penting dari
ketidak percayaan masyarakat kepada petugas/Puskesmas, disamping itu juga
pengaruh terhadap komponen proses lainnya terhadap pencapaian mutu kualitas
pelayanan kesehatan masyarakat yang optimal.

Tujuan Proses II:
Meningkatkan pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan
masyarakat tidak tepat menjadi tepat misalnya diskusi/penyuluhan pada
keluarga ( masyarakat ) tentang pengetahuan tentang cara membangun /
menggunakan WC yang benar dan sehat.

a. Tujuan Input 2.1 : Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat    
    yang kurang tersedia menjadi tersedia
b. Tujuan Input 2.2. : Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita  
    tidak terdata menjadi terdata
c. Tujuan Input 2.3. : Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan kurang
    tersedia menjadi tersedia.



Konsekwensi dari dari tujuan proses dan input ini adalah penggunaan waktu
diluar jam kerja karena adanya kebutuhan/keinginan masyarakat dimana mereka
bisa bertemu dengan petugas kesehatan hanya pada waktu selesai kerja yaitu
disore dan malam dll.


D. PENENTUAN ALTERNATIF
- Penentuan alternatif dilakukan setelah penentuan tujuan dilakukan, dimana
  pemilihan alternatif tujuan berdasarkan tingkat efektifitas ( waktu ) dan
  efiseinsi ( biaya ) yang digunakan.
- Alternatif yang terpilih biasanya adalah tujuan yang tingkat afektifitasnya
  tinggi namun biaya yang digunakan diperkirakan lebih rendah
- Dapat digunakan metode Cost Efective Analysis dengan rumus : Cost dibagi
  dengan Efective atau Besarnya biaya Perorangan.
- Perlu juga diperhatikan pengaruhnya dengan komponen-komponen
  (subsistem) lainnya dalam pencapaian tujuan termasuk faktor-faktor
   lingkungan (Suprasistemnya )


Dari ketentuan ini maka alternatif dari tujuan diatas dapat diambil Tujuan
Proses 1, dan Tujuan input 1.1 dan Tujuan Input 1,2 Serta Tujuan Input 2.2
dari Tujuan Proses 2. yaitu sebagai berikut :

Tujuan Proses I :
Meningkatkan kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis
yang kurang profesional menjadi profesional misalnya datang terlambat
menjadi datang tepat waktu, cepat pulang menjadi pulang tepat waktu, tidak
menempati janji dengan masyarakat menjadi menempati janji, dll

a. Tujuan Input 1.1 : Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedic dan non  
    medis/paramedis ) yang berlebihan dimutasi program kekurangan tenaga

b. Tujuan Input 1.2 : Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan yang tidak   
     tersedia dengan mencari dan mendapat sumber pembiayaan lain misalnya swadaya
     masyarakat.

c. Tujuan Input 1.3. : Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita
     tidak terdata menjadi terdata

E. MENETAPKAN KEGIATAN.
Dari alternatif tujuan yang terpilih, kemudian ditentukan jenis kegiatan yang
sesuai, agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Disini juga perlu
diperhatikan dari beberapa alternatif kegiatan yang ada, dipilih kegiatan yang
terbaik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dan selanjutnya dibuat
rincian kegiatan yang dilakukan termasuk uraian penggunaan biaya kegiatan.
Penentuan Kegiatan dapat dijabarkan dari contoh diatas yaitu sebagai berikut :


Tujuan :
Meningkatkan Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS
(Preventif, , Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) dari KURANG OPTIMAL menjadi
Optimal

Kegiatannya :

1. Pertemuan Rutin peningkatan kinerja petugas.
2. Penggalangan sumber-sumber pembiayaan yang bersumber dari
    masyarakat. Misalnya penggunaan Dana BAZ untuk pelayanan kesehatan
    keluarga miskin.
3. Pendataan penderita dan Masyarakat. Dalam program kesehatan.
    Agar lebih jelas dalam pencapaian tujuan ketiga kegiatan ini, dijabarkan lagi
    dalam bentuk Input, Proses dan Output dan Rencana Tindak Tanjut ( Feed Back )
    termasuk Penanggung jawab, Pelaksana, waktu dan lokasi pelaksanaan serta
    rincian biaya kegiatan.
   

Contoh

    Kegiatan : Pertemuan rutin peningkatan kinerja petugas puskesmas

Input

Peserta           : 20 Petugas ( staf ) Puskesmas
Fasilitator       : Kepala Puskesmas
Nasumber      : Ka. Dinas Kesehatan
Panitia            : 2 orang dari staf Puskesmas
Agenda          : Petunjuk pertemuan Staf Puskesmas.

Proses
- diskusi dan pembahasan hasil dan kinerja masing-masing petugas ( staf ) Puskesmas
- Pemberian sangsi dan hadiah ( reward ) pada petugas berhadil dan tidak berhasil.

Output

20 petugas puskesmas berpartisipasi dalam pertemuan rutin peningkatan kinerja
petugas Puskesmas.
Penanggung Jawab     : Ka. Puskesmas
Pelaksana         : Ka TU Puskesmas
Lokasi             : Ruang pertemuan Puskesmas
Jadwal            : Dilaksanakan tiap tiga bulan sekali setiap hari senin                           minggu pertama bulan berjalan


Rencana Tindak lanjut

Memantau sampai sejaumana kegiatan telah mencapai tujuan dari sistem
pelayanan kesehatan masyarakat ( Puskesmas ) yang telah dibuat
Rincian penggunaan biaya per satu kali pertamuan

ATK                                    : 20 orang x Rp. 5.000.- = Rp. 100.000.-
Konsumsi                             : 20 orang x Rp. 5.000.- = Rp. 100.000.-
Hadiah                                 : 2 Paket x Rp. 50.000.- = Rp. 100.000.-
Transport Narasumber         : 1 orang x Rp. 25.000.- = Rp. 25.000.-
Total                                                                          = Rp. 325.000.-



KESIMPULAN DAN PENUTUP
Sistem ialah satu kesatuan usaha yang terdiri dari berbagai elemen / bagianbagian
yang berkaitan secara teratur dan berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu
lingkungan. Dari definisi ini, telah dicoba diuraikan sistem dan analisis sistem,
sebagai contoh diambil Sistem Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Untuk analisa sistem, telah dicoba dibuat analisis normalnya dari Sistem
Pelayanan Puskesmas, Penentuan Masalah, Tujuan dan Penentuan kegiatan.
Walaupun tidak dilakukan secara kesuluruhan, namun dari beberapa gambar dan
contoh yang dianalisis telah membuat kami mengerti dan memahami prinsip-prinsip
sistem dan analisannya terutama sistem pelayanan puskesmas.


UMPAN BALIK

•    Masyarakat menjadilebih terjamin kesehatannya
•    Masyarakat miskin dapat memperoleh jaminan kesehatan yang setara dengan rumah sakit
•    Adanya dukunganpositif dari masyarakat untuk membentukpuskesman menjadi lenih baik


Sumber :  http://gila-ilmu.blogspot.com/

Database Sistem Kerja Puskesmas

Database Sistem Kerja Puskesmas

Database Sistem Kerja Puskesmas



Master File



Berikut ini adalah data – data system kerja puskesmas yang tidak berubah (DATA MASTER):

1.      SUB SISTEM PUSKESMAS

Meliputi:

                        1. Perbaikan Gizi Masyarakat ( Gizi ),

                        2. Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA )

                        3. Kesehatan lingkungan, ( Kesling )

                        4. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M),

                        5. Promosi Kesehatan ( promkes ),

                        6. Pengobatan,

                        7. Spesifik lokal,



2.      Tujuan :

            Meningkatkan Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS

            (Preventif, , Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) dari KURANG OPTIMAL menjadi

            Optimal



            Kegiatannya :



                        1. Pertemuan Rutin peningkatan kinerja petugas.

                        2. Penggalangan sumber-sumber pembiayaan yang bersumber dari

                            masyarakat. Misalnya penggunaan Dana BAZ untuk pelayanan kesehatan

                            keluarga miskin.

                        3. Pendataan penderita dan Masyarakat. Dalam program kesehatan.

                            Agar lebih jelas dalam pencapaian tujuan ketiga kegiatan ini, dijabarkan lagi

                            dalam bentuk Input, Proses dan Output dan Rencana Tindak Tanjut



                 (Feed Back ) termasuk Penanggung jawab, Pelaksana, waktu dan lokasi                                           pelaksanaan serta rincian biaya kegiatan.

          







3.      Output



            20 petugas puskesmas berpartisipasi dalam pertemuan rutin peningkatan kinerja

            petugas Puskesmas.

                        Penanggung Jawab     : Ka. Puskesmas

                        Pelaksana                  : Ka TU Puskesmas

                        Lokasi                       : Ruang pertemuan Puskesmas

                        Jadwal                       : Dilaksanakan tiap tiga bulan sekali setiap hari senin minggu pertama

                                                           bulan berjalan





4.      Komponen Output



            Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS ( Preventif, Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) yang optimal.





5.      SUPRASISTEM :

            - DINAS KESEHATAN

            - RUMAH SAKIT

            - KLINIK SWASTA

            - PENGOBATAN TRADISIONAL/KELUARGA

            - DAN LINTAS SEKTOR KECAMATAN






DATA TRANSAKSI



Berikut ini adalah data – data system kerja puskesmas yang berubah ( DATA TRANSAKSI ):



1.      Rencana Tindak lanjut



            Memantau sampai sejaumana kegiatan telah mencapai tujuan dari sistem

            pelayanan kesehatan masyarakat ( Puskesmas ) yang telah dibuat

            Rincian penggunaan biaya per satu kali pertamuan

          

                        ATK                                         : 20 orang x Rp. 5.000.- = Rp. 100.000.-

                        Konsumsi                                 : 20 orang x Rp. 5.000.- = Rp. 100.000.-

                        Hadiah                                      : 2 Paket x Rp. 50.000.- = Rp. 100.000.-

                        Transport Narasumber              : 1 orang x Rp. 25.000.- = Rp. 25.000.-

                        Total                                                                               = Rp. 325.000.-



2.     UMPAN BALIK



·      Masyarakat menjadilebih terjamin kesehatannya

·     Masyarakat miskin dapat memperoleh jaminan kesehatan yang setara dengan rumah sakit

·     Adanya dukunganpositif dari masyarakat untuk membentukpuskesman menjadi lenih baik



3.      Penyebab masalah ( Masalah Input ) adalah:



            I. kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis yang kurang

               profesional misalnya datang terlambat, cepat pulang, tidak menempati janji

               dengan masyarakat, dll. Penyebabnya adalah:



                      1. Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan non medis/paramedis ) yang berlebihan

                      2. Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan yang kurang tersedia. Sementara input

                           yang lainnya berjalan sebagaimana mestinya (bukan penyebab masalah proses) yaitu :

                      3. Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya yang tersedia

                      4. Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat yang tersedia

                      5. Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita yang terdata

                      6. Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan yang tersedia



       II. pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat tidak tepat

            misalnya keluarga ( masyarakat ) membutuhkanpengetahuan tentang cara membangun /

            menggunakan WC yang benar dan sehat, puskesmas memberikan closet, karena ketidak 

            tahuan cara membangun dan menggunakan WC, closet hanya disimpan dibawah pohon.

            Penyebabnya adalah:



                    1. Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat yang kurang tersedia

                    2. Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita tidak terdata

                    3. Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan kurang tersedia



            Sementara input yang lainnya berjalan sebagaimana mestinya ( bukan penyebab masalah proses)

            yaitu :



                    4. Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan non medis/paramedis) yang lengkap

                    5. Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan kurang tersedia

                    6. Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya yang tersedia


SUMBER :  http://gila-ilmu.blogspot.com/




tugas struktur dan organisasi data


Program  sort_pascal;
uses wincrt;
label z;
label l;
var textfile:text;
    FileName, TFile : String;
    a:array[1..15] of string;
    i,j:integer;
    x,v:char;
    temp: string;

procedure input;
Begin
 clrscr;
 Writeln('press Enter to input data '+
    +' of the text file:');
 readln(FileName);
 writeln('.......DATA MAHASISWA......');
 writeln('--------------------------');
 writeln('KELAS   NAMA        NPM');
 writeln('--------------------------');
 {A .txt file will be assigned to a text variable}
 Assign(textfile, 'C:\COBA.txt');
 Reset(textfile); {'Reset(x)' - means open the file x}
 Repeat
  Readln(textfile,TFile);
  Writeln(TFile);
 Until Eof(textfile);
 Close(textfile);
 Readln;
End;

procedure sort;
begin
clrscr;          
 assign(textfile,'C:\COBA.TXT');
  reset(textfile);
  for i:=1 to 15 do readln(textfile,a[i]);
  close(textfile);



  for i:=1 to 14 do
    for j:=i to 15 do
      if a[j]<a[i] then
        begin
          temp:=a[i];
          a[i]:=a[j];
          a[j]:=temp;
        end;

assign(textfile,'C:\COBA.TXT');
rewrite(textfile);
for i:=1 to 15 do writeln(textfile,a[i]);
close(textfile);
end;


procedure output;
Begin
 clrscr;
 Writeln('Enter the file name '+
        +'(with its full path) of the text file:');
 readln(FileName);
 writeln('========DATA MAHASISWA========');
 writeln('--------------------------');
 writeln('KELAS   NAMA        NPM');
 writeln('--------------------------');
 {A .txt file will be assigned to a text variable}
 Assign(textfile, 'C:\COBA.txt');
 Reset(textfile); {'Reset(x)' - means open the file x}
 Repeat
  Readln(textfile,TFile);
 Writeln(TFile);
 Until Eof(textfile);
 Close(textfile);
 Readln;
End;

begin
z: clrscr;
gotoxy(8,10); write('|################|');
write(' Program sort berdasarkan kelas');
writeln('|###############|');writeln;
gotoxy(9,11);writeln('---------------------------------------------------------');
gotoxy(20,13);writeln('1.Masukkan Data');
gotoxy(20,14);writeln('2.Pensortiran Data');
gotoxy(20,15);writeln('3.Output');
gotoxy(20,16);writeln('4.Exit ');
gotoxy(1,20);writeln('Masukkan Pilihan (1,2,3,4) : ');readln(x);

case x of
'1' : input;
'2' : sort;
'3' : output;
'4' : goto l;
end;

if x = '2' then
begin
clrscr;
writeln('Selesai(tekan Enter)'); readln;
goto z;
end;
writeln('Apakah anda ingin kembali ke menu? : '); readln(v);
if (v = 'y') or (v = 'Y') then goto z;

l: end.



Senin, 08 Oktober 2012

SORTING BERDASARKAN KELAS :

SORTING BERDASARKAN NAMA
NPM DAN NAMA KELAS


program sorting;
uses crt;

type
   datamhs= record
      npm: string[15];
      nama: string[15];
      kelas: string[15];
   end;

const
garis1=('===============================================');
garis2=('NPM                NAMA                   KELAS');
garis3=('===============================================');

var
 n: integer;
 i,j,k : byte;
 mhs :array[1..15] of datamhs;
 D:datamhs;

 procedure data;
 begin
    for i:= 1 to n do
  begin
    with mhs[i] do
    begin
    write(mhs[i].npm:5);
    write(mhs[i].nama:19);
    write(mhs[i].kelas:22);
    writeln;
    end;
  end;
  writeln(garis1);
 end;

  begin
  clrscr;
  write('masukkan jumlah data : ');readln(n);
   for i := 1 to n do
     begin
      writeln('data ke -',i);
      write('NPM   :');readln(mhs[i].npm);
      write('NAMA  :');readln(mhs[i].nama);
      write('KELAS :');readln(mhs[i].kelas);
      writeln;
     end;

  clrscr;
  writeln('data sebelum sorting : ');
  writeln;
  writeln(garis1);
  writeln(garis2);
  writeln(garis3);

  begin
    data;
    end;

  writeln;
  writeln('sorting berdasarkan kelas : ');

  {bubble sort}
  for i:= 1 to n-1 do
     for j:=i+1 to n do
     begin
     if mhs[i].kelas>mhs[j].kelas then
        begin
        D:=mhs[i];
        mhs[i]:=mhs[j];
        mhs[j]:=D;
        end;
     end;

  writeln(garis1);
  writeln(garis2);
  writeln(garis3);

  begin
    data;
    end;

      writeln;
      write('press any key to continue...');readln;
      writeln;


  for i:= 1 to n-1 do
     for j:=i+1 to n do
     begin
     if mhs[i].nama>mhs[j].nama then
        begin
        D:=mhs[i];
        mhs[i]:=mhs[j];
        mhs[j]:=D;
        end;
     end;

  writeln;
  writeln('sorting berdasarkan nama : ');


  writeln(garis1);
  writeln(garis2);
  writeln(garis3);


     begin
       data;
       end;

  writeln;
  write('selesai...');readln;

end.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
download : program











Sabtu, 09 Juni 2012

Bab 13 Arti Kepemimpinan Dalam Organisasi

Pengertian kepemimpinan dalam organisasi adalah, yang mana mempunyai tugas bagaimana kita bisa menjadikan sebuah organisasi itu menjadi suatu yang solid. Mempunyai visi dan misi yang jelas di dalam kemajuan organisasi, bisa memanage dan fokus di dalam mengemban dan mengembangkan organisasinya.
{sumber : lani,aldie,sylvian,richo,eka,indra,ama,bowo}

Seorang pemimpin organisasi juga mempunyai tipe-tipe dalam kepemimpanya, yaitu

1. Tipe Otokratik
Adalah tipe sorang pemimpin yang egois dan otoriter

2. Tipe Paternalistik
Adalah tipe seorang pemimpin yang hanya terdapat di lingkungan trasisional,
contohnya : tokoh adat , ulama, dan para guru

3. Tipe Kharismatik
Adalah tipe seorang pemimpin yang mempunya daya tarik sendiri pada pemimpin tersebut sehingga menimbulkan simpati kepada organisasinya

4. Tipe Laissez Faire
Adalah tipe seorang pemimpin yang berpandangan bahwa organisasinya akan berjalan secara lancar karena anggotanya yang terdiri dari orang – orang dewasa yang sudah memiliki tujuan organisasi.

5. Tipe Demokratik
Adalah tipe seorang pemimpin yang disegani bukan ditakuti karena melakukan manusia dengan cara manusiawi dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

Dibalik tipe-tipe kepemimpinan dalam suatu organisasi , juga ada yang mengatakan teori-teori yang dilihat dari hasil survey yang dilakukan oleh orang-orang mempelajari kriteria-kriteria yang dilakukan oleh seorang pemimpin.

Diantaranya adalah:
1. Teori Genetic
Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made“. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.

2. Teori Sosial
Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born“.
Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.

3. Teori Ekologis
Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.

Sumber : http://nanditoaldo.wordpress.com/2011/11/29/arti-kepemimpinan-dalam-organisasi/

BAB 12 PERKEMBANGAN PANDANGAN BARU TENTANG ORGANISASI

Dalam kenyataannya suatu organisasi seringkali tidak bejalan sesuai dengan harapan, disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa menyebabkan kegagalan. Hal ini mengakibatkan kecondongan dalam organisasi sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, dan inovasi. Dalam setiap organisasi.

a). Arti Pengembangan Organisasi
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang terlalu mendasar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang - orang atau sekumpulan manusia dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Dan pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu:

a. Orang-orang (sekumpulan orang),
b. Kerjasama,
c. Tujuan yang ingin dicapai,

Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi
• Perubahan adalah pertanda kehidupan
• Perubahan memberikan harapan

Teori organisasi umum 1
• Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
• Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan)

b). Sejarah Pengembangan Organisasi

Sejarah Pengembanga Organisasi ditunjukkan oleh lima latar belakang
1). Pelatihan laboratorium, adalah bagaimana setiap individu bisa memahami arti dari organisasi.

2) Umpan balik survei, antara individu saling bekerja sama

3) Riset tindakan, menguji tindakan yang memungkinkan terjadinya kesalahan.

4) Produktivitas dan kualitas kehidupan kerja, yaitu hasil dari pencapain yang telah di uji sebelumnya,serta

5) Perubahan strategik.

Pertumbuhan yang berkelanjutan di dalam sejumlah pendekatan Pengembangan Organisasi, praktisi, dan keterlibatan organisasi membuktikan sehatnya suatu disiplin dan menawarkan suatu prospek yang menguntungkan di waktu mendatang.


c). Karakteristik Pengembangan Organisasi

Semua organisasi harus berubah karena adanya tekanan di dalam lingkungan internal maupun eksternal. Walaupun perubahan yang terjadi lebih pada lingkungan, namun pada umumnya menuntut perubahan lebih pada organisasional, dan organisasi-organisasi bisa melakukan lebih banyak perubahan ataupun lebih sedikit. Organisasi-organisasi bisa merubah tujuan dan strategi-strategi, teknologi, desain pekerjaan, struktur, proses-proses, dan orang.

Perubahan-perubahan pada orang senantiasa mendampingi perubahan-perubahan pada faktor-faktor yang lain. Proses perubahan pada umumnya mencakup sikap dan perilaku saat ini yang siknifikan. perubahan-perubahannya dan akhirnya kepemilikan sikap dan perilaku yang baru.

Sejumlah isu-isu kunci dan problem harus dihadapi selama dalam proses perubahan umum.
Pertama adalah, diagnosis yang akurat mengenai situasi dan kondisi saat ini.

Kedua adalah, penolakan yang ditimbulkan oleh adanya perubahan.

Ketiga adalah, isu pelaksanaan evaluasi yang memadai dari usaha perubahan yang
sukses.

d). Organisasi masa depan

Dalam abad dua puluh satu ini setiap organisasi akan dan harus menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan menantang, baik persaingan aktual maupun potensial, yang aktual harus dihadapi dan yang potensial perlu diantisipasi. Dalam menghadapi semua itu terdapat dua pendekatan yang mungkin diambil oleh suatu organisasi yaitu :

1) Pendekatan yang berbasis sumberdaya tangible,
2) Pendekatan yang berbasis Sumberdaya manusia (intangible).

Organisasi yang menganggap bahwa persaingan hanya bersifat fisik pendekatan pertama yang akan diambil, membina universitas hanya berputar-putar dalam masalah yang nyata, karena memang inilah yang paling bisa dilihat dan ditunjukan, namun bagi yang melihat persaingan ke depan lebih mengarah pada persaingan pengetahuan.

Tanpa mengabaikan hal fisik, maka pengembangan SDM akan menjadi prioritas, dan ini perlu komitmen yang kuat karena time-response dari cara ini lama dan susah dilihat apalagi ditunjukan, namun pendekatan ini sebenarnya akan sangat dirasakan dalam menyehatkan dan mengembangkan suatu Organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization)


Para Pakar berpendapat bahwa dalam era dewasa ini pandangan yang berbasis SDM nampaknya lebih penting, mengingat persaingan yang terjadi justru ditentukan oleh bagaimana sumberdaya manusia tersebut berperan dan berkreasi bagi kemajuan organisasi, dan dalam konteks ini pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuannya.

Sumberdaya manusia / Human Capital merupakan sumberdaya strategis, bertambah secara inkremental bukan alokatif, karena merupakan sumberdaya yang berbasis pengetahuan (knowledge based resources) yakni sumberdaya yang mencakup keterampilan, kemampuan,
kapasitas serta kapabilitas pembelajaran.

Kapasitas dan kapabilitas tersebut pada gilirannya akan dapat memupuk sumberdaya sosial yang juga amat diperlukan dalam bentuk jaringan kerja baik internal maupun dengan pihak eksternal organisasi, ini berarti networking juga menjadi hal yang penting dalam memenangkan persaingan. Pengembangan Sumberdaya manusia merupakan prasyarat bagi pengembangan organisasi, artinya tanpa hal itu orang bisa punya alasan untuk meyakini kecilnya kemungkinan organisasi untuk tetap hidup dan bertahan dalam era kompetisi.
http://chandcutz.blogspot.com/2010/02/perkembangan-pandangan-baru-tentang.html

Sumber : http://tugascahyo.blogspot.com/2011/02/perkembangan-pandangan-baru-tentang.html

BAB 11 KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.

Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:

Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.

B. BAGAIMANA MENYALURKAN IDE KOMUNIKASI

Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

I. IDE (gagasan) => Si Sender
2. PERUMUSAN
Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.
3. PENYALURAN (transmitting)
Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb.
4. TINDAKAN
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
5. PENGERTIAN
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver.
6. PENERIMAAN
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).

Dalam membina kerja sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.
Agar tercapai koordinasi dalam kerjasama pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya komunikasi yang setepat-tepatnya dan seefektif mungkin sehingga koordinasi dan kerjasama benar-benar dapat dilaksanakan setepat-tepatnya juga.
Suatu keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah rasional secara organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan individual.
Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.

C. HAMBATAN DALAM BERKOMUNIKASI

Pada sebuah proses komunikasi yang terjadi terkadang kita juga akan mengalami banyak hambatan dalam berkomunikasi. Beberapa Hambatan Komunikasi adalah :

a. Hambatan sematik
Komunikasi yang disebabkan oleh fakor bahasa yg digunakan oleh para pelaku komunikasi
b. Hambatan mekanik
Komunikasi yang disebabkan oleh factor elektrik, mesin atau media lainnya
c. Hambatan antropologis
Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan pada diri manusia
d. Hambatan psikologis
Hambatan yang disebabkan oleh factor kejiwaan.

Sumber : http://opickrockstar.wordpress.com/2011/04/23/komunikasi-dalam-organisasi/

http://safrilblog.wordpress.com/2011/04/17/komunikasi-dalam-organisasi/

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More